tips mengatur keuangan dalam berbisnis

Mengatur keuangan dalam berbisnis seringkali dianggap hal yang sulit bagi sebagian besar UKM, apalagi jika sudah memiliki banyak cabang dan banyak transaksi masuk setiap harinya. Sehingga pemasukan dan pengeluaran tidak terpantau, data keuangan antara satu cabang dengan cabang lain tidak terintegrasi, bahkan tak jarang suatu UKM tidak bisa menghitung berapa profit bersih yang ia dapatkan selama satu bulan karena banyaknya transaksi yang masuk.

Oleh karena itu berikut adalah beberapa tips untuk mengatur keuangan dalam berbisnis :

  1. Pisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan untuk bisnis

Apapun bisnis yang anda tekuni (bahkan bisnis online sekalipun), memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan untuk bisnis adalah hal paling dasar yang harus anda lakukan. Sebab, bagaimana kita dapat mengetahui profit bersih suatu bisnis jika pengeluaran dan pemasukan masih tercampur dengan keuangan pribadi ?

masih kecampur

Dapat dilihat dalam laporan keuangan diatas bahwa pengeluaran dan pemasukan bisnis masih tercampur dengan keuangan pribadi. Ini adalah contoh yang buruk dalam suatu bisnis, dalam laporan keuangan diatas memang tertera bahwa masih ada saldo tersisa sebanyak 1 juta rupiah. Tapi apakah itu profit yang didapatkan dalam 1 bulan ? Jawabannya adalah TIDAK, sebab laporan keuangan ini belum valid dikarenakan masih tercampur dengan pengeluaran pribadi. Bayangkan jika hal diatas terus terjadi selama 3 tahun. Apakah kita tahu bahwa bisnis yang selama ini menghasilkan profit atau tidak ? Oleh karena itu, dimohon agar memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis agar lebih mudah bagi kita untuk memanajemen keuangan.

2. Buatlah Laporan keuangan

Setelah memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan bisnis, hal kedua yang wajib dilakukan adalah membuat laporan keuangan. Mengapa harus laporan keuangan ? Sebab laporan keuangan merupakan sarana untuk mengkomunikasikan informasi keuangan suatu bisnis.

laporan keuangan

Setelah membuat laporan keuangan seperti gambar diatas, kita dapat mengetahui bahwa bisnis yang ditekuni berstatus RUGI. Lalu dari hasil laporan keuangan tersebut nantinya dibutuhkan manajemen untuk mengendalikan, mengevaluasi dan merencanakan operasional suatu bisnis.

Poin-poin penting untuk membuat laporan keuangan yaitu harus disiplin, komitmen dan ontime (membuat laporan keuangan tepat waktu).

Namun pada prakteknya, banyak pebisnis yang merasa malas untuk membuat laporan keuangan karena menurut mereka membuat laporan keuangan itu merepotkan. Ada juga beberapa pebisnis yang merasa membuat laporan keuangan itu sulit sehingga tak jarang mereka membayar sejumlah akuntan. Lalu bagaimana dengan pebisnis yang usahanya masih skala kecil ? DIrasa tidak mungkin untuk membayar akuntan yang mahal, padahal laporan keuangan sangat penting dalam suatu bisnis.

Ternyata ada solusi untuk membuat laporan keuangan tanpa ribet dan tanpa harus membayar mahal akuntan, yaitu melalui aplikasi BosToko. BosToko adalah aplikasi yang dapat terhubung dengan perangkat penunjang Point of Sales (POS) seperti barcode scanner, cash drawer (laci uang) dan thermal printer.

bostoko

Tak hanya itu, aplikasi BosToko juga dapat melakukan kustomisasi transaksi (diskon), manajemen stok, manajemen supplier dan rekam jejak transaksi. Anda tidak perlu khawatir jika bisnis anda memiliki beberapa cabang, sebab aplikasi BosToko memiliki kontrol penuh terhadap toko maupun cabang secara mudah, kapan saja dan dimana saja.

Dengan menggunakan aplikasi BosToko ini, anda tidak perlu lagi membuang waktu untuk membuat laporan keuangan serta menghemat biaya untuk membayar akuntan yang mahal. Untuk mendapatkan aplikasi BosToko ini, bisa anda unduh di google play. Jika ada cara mudah, murah dan manfaat mengapa harus menggunakan cara yang merepotkan untuk manajemen bisnis anda ?